Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Renungan Yesaya 43:18-19 KEGAGALAN SEBAGAI BATU LONCATAN‎

 



Ketika perusahan di mana Nathaniel Hawthorne bekerja terjadi pergantian jabatan, dia pun di berhentikan.


Malam itu dia pulang dengan lesu, kecewa, dan sakit hati,

karena telah mengabdi di perusahaannya dan akhirnya di keluarkan.


Ketika mendengar kabar buruk itu,

istrinya yang bijak tampil sebagai tonggak pendorong semangat suaminya.


Dia langsung mengambil pena dan setumpuk kertas padanya dan sambil merangkul suaminya, dia berkata, ‎“Sayang, sekarang kamu sudah mempunyai banyak waktu untuk menulis buku.”


Demikianlah awalnya Nathaniel Hawthorne memulai karyanya sebagai penulis,

kemudian menghasilkan banyak buku dan cerita pendek.


Salah satu karya yang menjadi ‘best seller’ dunia hingga sekarang adalah THE SCARLET LETTER.


Penulis beken Helen Keller pernah berkata, ‎“KETIKA JENDELA KEBAHAGIAAN TERTUTUP, ‎JENDELA LAINNYA AKAN TERBUKA.

TETAPI KITA SERING TERLALU LAMA MENATAPI JENDELA YANG TELAH TERTUTUP,

SEHINGGA TIDAK MELIHAT TERBUKANYA JENDELA LAIN.”


Sejarah telah membuktikan hal itu, ‎gagal di satu bidang, ‎tapi berhasil di bidang lain:


1️⃣• Napoleon Bonaparte menjadi Pemimpin besar,

setelah gagal menjadi penulis.


2️⃣• Abraham Lincoln malah menjadi Presiden Amerika,

setelah gagal menjadi pramuniaga.


3️⃣• William Shakespeare berhasil menjadi novelis terkenal dunia,

setelah gagal menjadi pedagang.


4️⃣• John Grisham menjadi penulis ulung saat ini,

setelah gagal menjadi pekerja kontruksi.


BILA SUATU SAAT PINTU ANDA TERTUTUP, CARILAH JENDELA YANG TERBUKA.‎


KEGAGALAN BUKANLAH

“end of the world, but new world is created for you.”


Yesaya 43:18-19

" Firman-Nya:"Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala! Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara."


MENYERAHKAN SEGALA HAL KEPADA TUHAN



‎Mazmur 55:22

"(55-23) Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah."


Apakah yang kita lakukan ketika menghadapi sebuah permasalahan?


Mungkin kita mengatakan bahwa kita cukup cerdas untuk penyelesaian sebuah masalah,‎

Yang lain mungkin berkata bahwa masih ada saudara yang akan menolong untuk keluar dari permasalahan itu.‎


Dalam hal ini, ‎jawaban yang selalu di berikan adalah berpusatkan kepada diri sendiri dan mengandalkan kekuatan orang lain,‎

Tetapi dalam segala hal, ‎kita harus berpedoman kepada TUHAN dan memohon pimpinan-NYA, ‎agar di berikan kekuatan, arahan, dan tuntunan yang akan membawa kita kepada jalan keluar.


Pikiran kita yang cerdas, otot‎ kita yang kuat, saudara‎ kita yang kaya, ‎kelihatan adalah kekuatan yang patut di banggakan, ‎padahal semuanya adalah lemah dan seringkali tidak berbuat apa².‎


Kalau kita mengatakan bahwa TUHAN MAHA KUASA, ‎berarti TUHAN adalah kuat dan lebih daripada yang kuat, ‎tetapi kenapa tidak mengandalkan DIA?


Kenapa setelah masalah semakin rumit dan kelihatan tak ada jalan keluar,

baru kita datang kepada-NYA?

Mari kita menyerahkan segala hal keinginan kita kepada TUHAN,‎

Jangan melihat kekuatan sendiri dan orang lain di dalam menghadapi segala sesuatu, 

tetapi mari untuk membiasakan diri melihat kekuatan TUHAN YANG MAHA DAHSYAT, dengan selalu berdoa kepadaNYA.


Yeremia 17:7-8

"Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah." 


TETAP HIJAU MEMBUAT KITA BERTUMBUH,‎ TAPI SAAT MERASA DIRI MATANG, KITA AKAN MATI MEMBUSUK‎


Roy Kroc, pemilik waralaba McDonald's pernah di tanyai nasehat untuk Jaminan Sukses seumur hidup?

Roy Kroc hanya menjawab singkat,

"Ketika Anda masih hijau, ‎Anda akan terus Bertumbuh;‎

Ketika Anda sudah matang, ‎Anda membusuk."

Hijau dalam pengertian ini tentu saja bukan umur, tetapi‎ semangat untuk terus belajar dan melakukan inovasi;‎

Matang dalam pengertian ini menunjuk pada SIKAP DIRI sudah hebat dan BERPUAS DIRI atas pencapaian yang telah di lakukannya. 


Coca cola "matang" secara umur, tetapi‎ tetap "hijau" dalam semangat.

Coca cola yang umurnya sudah satu abad ini terus melakukan inovasi, sehingga‎ tampak selalu muda dan tidak pernah ketinggalan zaman.


Sebaliknya ada perusahaan yang masih "hijau" secara umur, tapi‎ sudah berpuas diri,‎

Perusahaan seperti ini pasti berhenti akhirnya.


JIKA MAU SUKSES SECARA BERKELANJUTAN, ‎JANGAN PERNAH BERPUAS DIRI DAN BERHENTI PADA KESUKSESAN YG KITA CAPAI HARI INI.‎


BERSYUKURLAH atas pencapaian hari ini, namun‎ JANGAN BERPUAS DIRI.


Berusahalah untuk MENGEMBANGKAN DIRI begitu rupa, sehingga‎ kita MELAKUKAN INOVASI DAN PENCAPAIAN YANG TIADA HENTI.


Nasehat Roy Kroc sangat sederhana,

"TETAP HIJAU MEMBUAT KITA BERTUMBUH,

MERASA DIRI MATANG, KITA AKAN MATI MEMBUSUK."


Sikap seperti apa akan kita pilih?


“Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan.”

(Amsal 21:5)


JANGANLAH TAKUT... ‎ADA TANGAN TUHAN YANG AKAN MEMBAWA KITA KEPADA KEMENANGAN‎

Mudah sekali untuk mengatakan,

"Puji Tuhan! Haleluyah!" di saat semua dalam keadaan baik² saja.


Mudah untuk percaya kepada TUHAN saat kita berada di puncak gunung menikmati segala berkat² TUHAN, tetapi‎ apa yang terjadi saat kita sedang berada dalam lembah yang gelap dan di kepung musuh² kita?


Salah satu senjata musuh paling ampuh adalah rasa takut,‎

Rasa takut akan membuat kita ingin berhenti bertempur dan ingin kembali ke zona nyaman kita.‎


Setan ingin melenyapkan keberanian kita, o‎leh karena itu ‎saat kita bertanding dalam pertandingan iman yang benar,‎

pastikan kita punya telinga yang peka terhadap pikiran² yang bersifat mematahkan semangat dan kenalilah dari mana asalnya.


Kunci utama adalah memiliki "pengalaman getsemani", ‎tempat kita meletakkan kehendak kita dan berkata:

"TUHAN, aku ingin melakukan kehendak-MU dalam hidupku,

dan kehendak-MU adalah agar tak seorangpun yang binasa."


“Ia takkan membiarkan kakimu goyah,

Penjagamu tidak akan terlelap.”

(Mazmur 121:3)


Jangan pernah takut untuk bertempur,‎

Pertempuran itu terlalu penting, ‎jangan pernah berpikir untuk mundur,‎

Alkitab berkata,‎

JANGANLAH TAKUT... ‎ADA TANGAN TUHAN YANG AKAN MEMBAWA KITA KEPADA KEMENANGAN.‎


“Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau,

janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu;

Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau;

Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.”

(Yesaya 41:10)


MENIKMATI HIDUP DENGAN BIJAK




Berapa lama kita bisa bertahan hidup di dunia ini?

Tak ada yang bisa lolos dari kematian,‎

Semua yang hidup pasti akan mati,

Jadi apa yang harus kita perbuat semasa kita masih hidup?


Tak banyak waktu yang kita miliki untuk melakukan kegiatan yang kita ingini.


Memang banyak rencana yang kita miliki, tapi‎ apakah semua rencana itu dapat kita laksanakan?


Kita boleh punya cita² setinggi langit,‎

Kita boleh mempunyai impian yang indah indah, tapi‎ Kehidupan ini tidak selalu sejalan dengan apa yang kita cita²kan dan kita impikan, ‎karena HIDUP INI SINGKAT. 


“Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.”

(Yakobus 4:14)


Bila kita HIDUP dengan KESADARAN bahwa MAUT dapat Menjemput kita kapan saja, maka kita akan MENIKMATI SETIAP DETIK KEHIDUPAN.


JANGAN HANYA KARENA EMOSI SESAAT,

MENGHILANGKAN HIDUP YANG BEGITU BERHARGA.‎


“sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.”

(Yakobus 1:20)


Kalahkan KEMARAHAN dengan CINTA KASIH,‎

Kalahkan KEJAHATAN dengan KEBAIKAN,

Kalahkan KEKIKIRAN dengan KEMURAHAN HATI,‎

Kalahkan KESOMBONGAN dengan KERENDAHAN HATI.


“Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah.”

(1Petrus 2:16)


JANGAN MENUNDA BESOK APA YANG BISA DI KERJAKAN HARI INI‎


Albert Einstein, seorang Ahli Fisika pernah mengatakan,

"Keberuntungan adalah Saat di mana Kesiapan Bertemu dengan Kesempatan."


Tentu saja ‎kita semua pasti ingin menjadi orang yang beruntung itu, a‎kan tetapi banyak orang cenderung Berpikir untuk menunggu saat yang tepat untuk Bertindak,‎

padahal sesungguhnya ‎menunggu hanya menghabiskan Waktu dan Energi.

Kita hanya akan kelelahan dan kehilangan kesempatan hanya dengan menunggu.

Tak ada pertandingan sepak bola di mana sebuah tim hanya menunggu bola datang kepadanya kemudian baru mencetak gol, tetapi‎ mereka pasti akan berusaha mati²an untuk merebut bola dari lawan dan mencetak gol.


Karena itu ‎janganlah kita menggunakan waktu sebagai alasan untuk me-nunda², a‎pa yang kita kerjakan kemarin akan kita dapatkan hasilnya hari ini,‎

Demikian pula hasil yang akan kita dapatkan esok hari adalah apa yang kita kerjakan hari ini.‎


Jika hari ini kita menunggu tanpa berbuat apa², maka‎ mustahil bagi kita untuk Mendapatkan Hasil.


Orang bijak mengatakan,

"Anda Tak Perlu menjadi Hebat untuk Memulai, tapi‎ anda Harus Memulai untuk menjadi Hebat."


Kita tak perlu menanti sesuatu untuk menghasilkan sesuatu,

kita harus mengerjakan saat ini juga.


Bill Gates, Pendiri Microsoft mengatakan,

"Jika anda Mendapatkan Wawasan atau Inspirasi, ‎Lalukanlah sesuatu dalam waktu 24 jam,‎

Kalau tidak, rasanya Tak akan Pernah anda Tindak Lanjuti."


Waktu tak akan berbalik mundur,‎

Kesempatan mungkin hanya akan datang satu kali,‎

TUHAN tak akan menahan atau memutar ulang,‎

Kita lah yang harus berusaha menggunakan semaksimal mungkin.‎

Jangan buang² waktu untuk sesuatu yang tidak bermanfaat.


Gunakanlah setiap detik untuk menghasilkan sesuatu, supaya‎ Keberhasilan kita meningkat, setahap demi Setahap seiring Berjalannya Waktu,‎

JANGAN MENUNDA BESOK APA YANG BISA DI KERJAKAN HARI INI.‎


“dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.”

(Efesus 5:16)


Posting Komentar untuk "Renungan Yesaya 43:18-19 KEGAGALAN SEBAGAI BATU LONCATAN‎"