Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Bacaan ayat Alkitab hari ini Amsal 15:18

 



BELAJAR MENGONTROL EMOSI


Ada sebuah cerita tentang petani yang sedang menunggu masa panen gandumnya yang tinggal menghitung hari saja,‎

Di belakang rumahnya dia memelihara puluhan ekor ayam untuk keperluan makan keluarganya.


Musuh utamanya adalah musang yang sering mencuri ayamnya, karena‎ itu dia memasang perangkap.


Hari itu ada seekor musang yang tertangkap, ‎dengan marah dan emosi tingggi,

musang itu dia rontokkan semua giginya, ‎lalu ia mengikatkan kain ke ekor musang itu merendamnya dalam minyak untuk di bakar.


Saat terkena api karena panasnya musang meloncat lari. ‎Ke mana?‎

Ke arah ladang gandum itu dan membakar habis semua tanaman yang hampir panen itu di tambah tanaman gandum tetangganya,

Itulah akibat emosi yang tidak terkontrol...


SEORANG PEMARAH AKAN MENAMBAH MUSUH KARENA EMOSINYA;‎

SEORANG PENYABAR AKAN MENAMBAH SAHABAT KARENA KASIHNYA.


Emosi yang terkontrol dgn baik akan menambah tinggi nilai kita,

namun emosi yang me-ledak² akan menurunkan nilai kita di mata orang lain, bahkan ‎merugikan diri sendiri.


BELAJARLAH MENGONTROL EMOSI...


“Si pemarah membangkitkan pertengkaran,

tetapi orang yang sabar memadamkan perbantahan.”

(Amsal 15:18)


BERTAHAN UNTUK HIDUP DENGAN CARA BENAR




HIDUP ADALAH PILIHAN,

MAKA TENTUKANLAH PILIHAN KITA SEBELUM PILIHAN MENENTUKAN HIDUP KITA.‎

kita bisa MEMILIH HIDUP dengan kepala tertunduk dan pikiran enggan berurusan dengan orang lain.


Kita juga bisa MEMILIH HIDUP dengan penuh KETAKUTAN,‎

Takut kehilangan setiap UANG,‎

Takut KRITIK dan SARAN,‎

Takut pada SETIAP HAL BARU yang hadir di depan mata.


Kita juga bisa MEMILIH HIDUP untuk terpaku pada satu hal,

hanya memikirkan diri sendiri.


Kita memang bisa MEMILIH HIDUP itu semua, namun ‎kita juga bisa MEMILIH HIDUP dengan selalu MEMANDANG KE DEPAN DAN PANTANG MENYERAH.


kita memang BEBAS MEMILIH HIDUP kita...

HIDUP itu sesungguhnya tidak pernah memihak kepada siapapun di dunia ini, tapi‎ hidup itu membuat kita hanya bisa memihak kepada satu hal,‎

BERTAHAN UNTUK HIDUP DENGAN CARA BENAR.


HIDUP itu memang sudah banyak MASALAH, ‎baik besar maupun kecil tetap akan ada namanya masalah, maka‎ dari itu BERUSAHALAH UNTUK TIDAK MENAMBAH LAGI MASALAH.


Meskipun HIDUP sudah banyak masalah,‎

TERSENYUMLAH,‎

HADAPILAH,‎

SELESAIKANLAH,

agar HIDUP SEMAKIN TIDAK BERMASALAH.


PILIHLAH HIDUP UNTUK MERASAKAN SEMUA BERKAT DAN ANUGERAH TUHAN, AGAR HATI DAN PIKIRAN KITA DAPAT MERASAKAN DAMAI SEJAHTERA.‎


“Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus.”

(Filipi 2:5).


MAKNA SEBUAH PENGAMPUNAN




Seorang guru mengambil sebuah gelas yang berisi air,

kemudian meminta seorang muridnya untuk menambahkan sesendok garam ke dalam gelas itu dan mengaduknya,‎

tentu saja asin rasanya.


Guru itu kemudian mengajak muridnya ke sebuah kolam yang luas,

lagi² ia menambahkan sesendok garam ke dalam kolam yang luas itu,‎

ternyata sesendok garam itu tidak mempengaruhi rasa air di dalam kolam,‎

tak ada rasa asin seperti air di dalam gelas.‎


Seberapa luas dan lapang ukuran hati kita? 


Jika hati kita sempit seperti sebuah gelas, maka‎ kehidupan mudah menjadi asin rasanya,‎

Kita akan cepat marah, ‎mudah tersinggung dan sakit hati. 


Lain halnya jika kita meluaskan hati dengan Belajar Memaafkan, ‎Belajar Mengampuni, ‎Belajar Memahami,

maka‎ Kehidupan kita akan semakin indah dan tidak mudah asin rasanya.


Jika kita ingin menjadi orang besar,

kita harus memiliki hati dan jiwa yang besar,‎

Ini di tunjukkan melalui sikap kita yang mau mengampuni orang² yang telah menyakiti kita.

Paul Boose berkata dengan sangat bijak mengenai Pengampunan:

“Memaafkan memang tidak bisa mengubah apa yang sudah terjadi di masa lalu, namun‎ akan melapangkan jalan kita ke masa depan.”


Kebencian dan sikap tidak mau mengampuni sebenarnya sedang menutup jalan untuk masa depan kita sendiri dan menutup pintu berkat kita.


Ketika kita mengampuni,

kita sedang membuka jalan yang lapang untuk masa depan kita,‎

terutama sedang membuka kran Pengampunan dari TUHAN atas segala dosa dan kesalahan kita sendiri.

Orang yang paling di untungkan ketika kita mengampuni adalah diri kita sendiri, bukan orang yang kita ampuni tersebut.‎


PENGAMPUNAN ADALAH HADIAH TERBAIK YANG BISA KITA BERIKAN KEPADA DIRI KITA SENDIRI.

“Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.”

(Efesus 4:32)



TUHAN SUDAH MENYIAPKAN SKENARIO KEHIDUPAN YANG BERLAPIS UNTUK ANDA, WE MUST ALWAYS DO THE BEST


Hidup itu seperti berjudi, ‎akan selalu ada kemungkinan yang datang,‎

Jika anda menikmatinya, maka‎ bertaruhlah untuk pengorbanan usaha anda mendapatkannya,‎

Jika anda hanya mencari aman, maka‎ berbuat baiklah tanpa menuntut, karena‎ itu bukan hak anda yang hanya menanti keberuntungan saja.

TUHAN sudah menyiapkan skenario kehidupan yang berlapis untuk anda,

karena anda di beri kisitimewaan untuk memilihnya sendiri, maka‎ bijaklah.


4 hal yang perlu di perhatikan dalam Hidup:

1. Lihat ke belakang: ini memberikan Pengalaman‎

2. Lihat ke depan: ini memberikan Harapan‎

3. Lihat sekeliling: ini memberikan Kenyataan‎

4. Lihat ke dalam: ini memberikan Keyakinan


Banyak orang menua dengan penyesalan:

pekerjaan yang tidak di kerjakan,

perkataan yang tidak di katakan,‎

cinta yang tidak di ungkapkan,

mimpi yang terabaikan, dan sebagainya.

Jangan pernah berharap menjadi Orang yang Sukses, tapi‎ Berusahalah menjadi Orang yang Bernilai, sebab‎ Hidup ini Begitu Bernilai.


Agar tidak menyesal di kemudian hari, maka‎ anda harus menjalani Hidup dengan Maksimal (ALWAYS DO THE BEST).


Bekerja dengan Maksimal,‎

Mengasihi keluarga dengan Maksimal,‎

Berkarya bagi sesama dengan Maksimal,‎

INTINYA KETIKA ANDA SUDAH MENGUSAHAKAN YANG TERBAIK SELAMA HIDUP INI,

MAKA ANDA TIDAK PERLU LAGI MENYESAL DI KEMUDIAN HARI.‎


“Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya.”

(Yohanes 6:27).

 

BERCERMINLAH PADA PERBUATAN YANG MEMBAWA KEBAIKAN BAGI DIRI SENDIRI DAN SESAMA‎


Suatu hari seorang bijak menghadiahi pangeran 3 boneka kecil.

Pangeran tidak senang,

"apakah aku seorang gadis, ‎sehingga anda memberi saya boneka?"


"ini adalah hadiah untuk raja masa depan...‎

Jika pangeran memperhatikan dengan teliti, ‎ada sebuah lubang di telinga masing² boneka,‎

Masukkan tali ini ke dalam telinga setiap boneka."


Pangeran penasaran, ‎mengambil boneka pertama, ‎memasukan tali ke dalam telinga boneka, ‎lalu keluar dari telinga lain.


"Ini adalah tipe orang pertama,

APAPUN YANG ANDA KATAKAN KEPADANYA, 

KELUAR DARI TELINGA LAIN DAN IA TIDAK MEMPERTAHANKAN APA-APA."


Boneka kedua di ambil pangeran,

tali di masukkan di telinga dan keluar dari mulut.


"Ini adalah tipe orang kedua,

APAPUN YANG ANDA KATAKAN KEPADANYA,

MAKA AKAN IA BERITAHU KEPADA ORANG LAIN."


Pangeran mengambil boneka ketiga dan mengulangi prosesnya,

talinya tidak keluar.


"Ini adalah tipe orang ketiga,

APAPUN YANG ANDA KATAKAN PADANYA,

AKAN TERKUNCI DALAM DIRINYA DAN TAK PERNAH KELUAR."


Pangeran bertanya,

"jadi orang yang baik seperti apa?"


Orang bijak menyerahkan boneka ke empat.


Ketika pangeran memasukan tali ke telinga boneka itu,

tali keluar dari telinga lain.


Orang bijak berkata,

"Lakukan lagi..."


Pangeran mengulangi prosesnya,

kali ini tali keluar dari mulut.


Orang bijak berkata,

"Lakukan lagi..."


Pangeran menempatkan tali ketiga kalinya,

tali itu tidak keluar sama sekali.


Orang bijak menjelaskan,

"Ini adalah tipe orang terbaik,

UNTUK DAPAT DI PERCAYA, ‎SESEORANG HARUS TAHU KAPAN UNTUK TIDAK MENDENGARKAN,

KAPAN HARUS DIAM,

DAN KAPAN HARUS BERBICARA..."‎


Segalanya bersumber pada HATI, maka‎ bercerminlah pada PERBUATAN yang membawa KEBAIKAN bagi diri dan sesama.


LAKUKAN TUGAS KITA DI BUMI INI DENGAN PENUH CINTA KASIH,

SELANJUTNYA BIARKAN TUHAN BEKERJA SECARA LUAR BIASA PADA HIDUP KITA.‎


“Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.”

(Mazmur 90:12)


SEKALIPUN 6 KALI JATUH‎


Dahulu di Skotlandia, ‎ada seorang Raja bernama Robert Bruce,‎

Dia sudah 6x memimpin Pasukannya berperang melawan tentara Inggris dan selalu kalah, hingga dia harus melarikan diri ke hutan dan bersembunyi di sebuah Gubuk Kosong.


Saat itu hujan turun dengan derasnya, ‎mata Bruce tidak bisa terpejam, ‎memikirkan nasibnya yg selalu kalah meski sudah menggunakan segala cara.


Semakin di pikirkan, ‎Bruce semakin sedih dan Putus asa,‎

Kemudian saat dia memandang ke atas balok kayu yg melintang di atap gubuk itu,

Bruce melihat seekor laba² yang sedang merajut sarangnya.


Dia perhatikan dengan seksama semua gerak-gerik laba² itu,‎

Di hitungnya usaha laba² yang telah 6x ber-turut² gagal untuk mengaitkan salah satu ujung benang ke balok kayu yang ada di seberangnya.


"Sungguh Kasihan makhluk kecil ini" gumam Bruce,

"Seharusnya kau menyerah saja..."‎


Namun di luar dugaan Bruce, ‎walau sudah gagal 6x,

si laba² tidak putus asa dan terus mencoba,‎

Saat mencoba yg 7x nya, ‎laba² Berhasil.


Melihat ini, Bruce sungguh merasa Kagum dan ia kembali Bersemangat,‎

Kemudian Bruce Berdiri dan Berteriak dengan Lantang,

"Aku juga akan Bertempur lagi untuk yang ke 7x nya."


Kemudian dia segera mengumpulkan lagi sisa² pasukannya,

lalu Mengatur Strategi dan Bertempur lagi.


Dengan Susah Payah dan Perjuangan yang tak kenal menyerah,

akhirnya Bruce Berhasil mengusir tentara Inggris dan merebut kembali tanah air nya.


Seringkali kita juga berpikir seperti Bruce,

bahwa semuanya sudah berakhir hanya karena kita Gagal lagi untuk yang ke sekian kali.


Kita dapat Belajar dari laba² yang tak pernah Menyerah,‎

Sadarlah bahwa tak ada yang Benar² Berakhir,‎

Sebenarnya Kemenangan itu sudah dekat,‎

masih ada satu anak tangga yang harus kita Lewati dan Kemenangan pun akan menjadi milik kita.‎


IMPIAN ANDA SUDAH ADA DI DEPAN ANDA, TINGGAL SELANGKAH LAGI.‎


“Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali,

tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana.”

(Amsal 24:16)


MENOMOR SATUKAN TUHAN DI ATAS SEGALA-GALANYA‎


Pada tahun 1987, lu‎kisannya yang berjudul sunflowers terjual dengan harga hampir mendekati angka 40 juta dolar di sebuah balai lelang.


Andaikata Van Gogh tahu bahwa kelak karya²nya akan terjual dengan harga fantastis, ‎akankah dia berhenti melukis dan memilih bunuh diri?

Rasanya tidak...


Sahabatku, bisa jadi saat ini kita pun merasakan sebuah perjalanan hidup yang sukar,‎

Kita lelah dan tergoda untuk berhenti, tetapi ‎TUHAN tidak menghendaki kita mengundurkan diri,‎

DIA ingin kita tetap berjalan dan berjuang dalam arena pertandingan ini,

DIA mau supaya kita bergumul sampai menang.


Mungkin kita sedang mengalami penundaan atau kemunduran, tapi tidak apa², ‎kita dapat mulai lagi saat ini juga,‎

Lakukanlah hal² kecil se-olah² semua itu adalah hal² besar,

Lakukan hal² ‎besar se-olah² semua itu hal² mudah.

“Katanya kepada orang itu: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik; engkau telah setia dalam perkara kecil, karena itu terimalah kekuasaan atas sepuluh kota.”

(Lukas 19:17)


Hidup bisa menjadi mudah atau susah Tergantung dari SIKAP kita, karena ‎POLA PIKIR Menentukan HASIL;‎

Bila kita katakan "BAIK", maka‎ baiklah keadaan kita,‎

Bila kita katakan "SIAL", maka‎ sial lah keadaan kita.


Jangan inginkan hal yang besar tanpa mulai dari yang kecil, sebab s‎eribu langkah selalu di mulai dari satu langkah pertama,‎

Jangan takut untuk mulai melangkah, ‎bayangkan sesuatu yang besar sedang terjadi.


SAAT KITA MENOMOR SATUKAN TUHAN DI ATAS SE-GALA²NYA,

HIDUP KITA AKAN BERBAHAGIA DAN PENUH DENGAN SUKACITA.


“Walaupun orang yang berdosa dan yang berbuat jahat seratus kali hidup lama, namun aku tahu, bahwa orang yang takut akan Allah akan beroleh kebahagiaan, sebab mereka takut terhadap hadirat-Nya.”

(Pengkhotbah 8:12)


HIDUPLAH DENGAN PENUH INTEGRITAS DAN KEJUJURAN


Pada zaman kejayaan Kerajaan Persia, ‎ada seorang yang di angkat sebagai kepala desa,‎

Oleh karena prestasinya dan kejujurannya, ‎maka Raja mengangkatnya menjadi Bupati.


Sebagai Bupati, ‎ia melaksanakan tugas dengan baik dan setia, maka dia di angkat menjadi Gubernur. 


Di dalam segala kebaikan dan kelebihan itu, ‎ia mempunyai sifat yang aneh,‎

Kemanapun ia pergi, ‎ia tak lupa membawa sebuah peti.


Karena keanehan ini, ‎timbul gosip yang mengatakan bahwa isi peti itu adalah emas dan perak hasil sogokan.


Gosip itu sampai ke telinga Raja,

Raja pun mengadakan inspeksi secara mendadak dan mengejutkan sang Gubernur. 


Raja memerintahkan supaya peti yang selalu ia bawa itu di buka dan melihat isinya,‎

Akhirnya peti di buka paksa dan di temukan baju yang usang dan kotor.


Raja merasa heran dan bertanya,

“Mengapa menyimpan baju yang usang dan kotor ini?”


Dengan penuh hormat gubernur itu menjawab,

“Paduka raja, baju yang kotor dan usang ini milik hamba, supaya ‎hamba tidak lupa asal hamba, dan‎ tak lupa kebaikan Raja yang mengangkat saya dari Kepala Desa, Bupati dan sampai Gubernur.‎

Jika suatu saat Raja tidak memerlukan hamba, maka ‎hamba tidak kecewa untuk kembali menjadi gembala yang miskin.”‎

Penulis Amsal meminta 2 permohonan kepada TUHAN:‎

1. Agar dia memiliki integritas, ‎yaitu jauh dari kebohongan dan kecurangan,‎

Bukan harta atau uang yang per-tama² di mohonkannya, melainkan ‎Hati dan Karakter yang baik.‎


2. Agar di mampukan untuk merasa cukup.‎

Jauh dari kelebihan yang bisa membuatnya congkak dan menyangkal TUHAN, namun ‎ juga jauh dari kekurangan yang bisa menggodanya untuk mencuri.‎

HIDUPLAH DENGAN PENUH INTEGRITAS DAN KEJUJURAN.‎


“Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan.

Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan.

Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku.

Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu

dan berkata: Siapa Tuhan itu?

Atau, kalau aku miskin, aku mencuri,

dan mencemarkan nama Allahku.”

(Amsal 30:8-9)


BUKAN SEKEDAR PASRAH PADA NASIB, SEMUA BERGANTUNG DARI SETIAP HAL YANG KITA JALANI BERSAMA TUHAN‎


Ada seorang lelaki yang tanpa sengaja jatuh ke sungai yang deras melaju ke arah air terjun yang berbahaya dan tinggi,‎

orang² yang melihat peristiwa itu menjadi kuatir akan nyawanya,‎

Ajaibnya dia muncul dalam keadaan hidup dan tanpa luka ke arah muara air terjun itu.‎


Orang² bertanya kepadanya,

"bagaimanakah engkau berhasil bertahan hidup?"


"Aku memasrahkan diriku kepada air, ‎bukannya air pasrah kepadaku,‎

Tanpa berpikir, aku membiarkan diriku di bentuk olehnya.

Dengan masuk ke dalam putaran air, ‎aku keluar bersama putaran air itu,‎

Begitulah caraku menyelamatkan diri."

Tak ada satu hal yang tertulis, kecuali‎ jika anda memang menuliskannya;‎

Maka sesungguhnya apa yang terjadi di Masa Depan kita, ‎baik Kesuksesan, Kehidupan maupun Kematian, ‎bukan Berdasarkan Nasib yang Tak Bisa di Ubah,

semua Bergantung dari Setiap Hal yang kita Jalani Bersama TUHAN secara Progresif dan ber-sama².


Dalam Kemaha tahuan-NYA,

TUHAN tetap meminta respon kita dalam menyikapi kehidupan, ‎bukan sekedar Pasrah pada Nasib.


Kita Menentukan Langkah Hidup kita Menuju Kebinasaan atau Berkemenangan Bersama TUHAN?


“Tuhan akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah Tuhan, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia, dan apabila engkau tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri dari segala perintah yang kuberikan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain dan beribadah kepadanya.”

(Ulangan 28:13-14)



 JANGAN DI TUNDA !


Di Sebuah Kota Ada Seorang Yang Menanam Pohon Berduri Ditengah Jalan.


Walikota Sudah Ber ulang2 Memperingatkannya Agar Memotong Pohon Berduri Itu.


Setiap Kali Diingatkan, Orang Itu Selalu Mengatakan Dipotong Besok Hari.

N a m u n ia Tidak Memenuhi Janjinya.


Setelah Beberapa Tahun Orang Itu Bertambah Tua Tetapi Pohon Itu Belum  dipotong juga... b a h k a n bertambah besar...


Cabang2 nya Bertambah Tajam

Duri Itu Tidak Saja Melukai Orang Yang Melalui Jalan Tetapi Juga Melukai Pemiliknya.


Sang Pemiliknya Kini Sangat Ingin Memotong Pohon Itu.

Tetapi Apadaya Usianya Sudah Sangat Tua.

Ia Menjadi Lemah Sehingga Tidak Mampu Lagi Untuk Memotong Pohon Yang Ditanamnya Sendiri....


Dalam Hidup Ini Kita Sudah Banyak Sekali Menanam Pohon Berduri DiDlm Hati Kita, Duri2 Itu Tidak Saja Menusuk Orang Lain ,t e t a p i Juga Menusuk Diri Kita Sendiri....


Ambillah Kapak, Potonglah Seluruh Duri Itu Sekarang Juga, Sebelum Kita Kehilangan Tenaga Sama Sekali.


Pohon Berduri Dalam Hati Adalah Penyakit-Penyakit Hati Seperti Kebencian.., Marah.., Dengki di Dalam Diri Kita. 


Bersamaan Bertambahnya Umur Meningkat Pula Kekuatannya.

Tak Ada Lagi Waktu Yang Lebih Tepat Untuk Menebang Pohon Berduri Dihati Kita Selain Saat Ini.


Esok Hari Penyakit Hati Itu Akan Semakin Kuat Sementara Tenaga Kita Bertambah Lemah.

Tak Ada Lagi Daya Kita Untuk Menghancurkannya.

Jangan tunggu besok, tebanglah HARI INI JUGA !


Selamat menjalani hari ini tanpa "pohon berduri" dalam hati.


 KECIL KECIL CABE RAWIT...


Lidah memang bagian terkecil dari tubuh,  t e t a p i bila kita tidak ber hati2 menggunakannya, Lidah bisa lebih tajam dari pedang yg bisa membunuh orang secara tidak langsung...


Lidah juga seperti Api yg bisa menyulut suatu pertengkaran hebat, dan bisa menjadi bumerang bagi diri kita sendiri...


N a m u n kalau Lidah digunakan dengan baik dan tepat, m a k a Lidah bisa mengeluarkan kata2 yg menyejukkan bagi orang lain, b a h k a n bisa membangkitkan semangat yg sudah patah...


Oleh karena itu, hendaknya kita mau ber hati2 dalam menggunakan Lidah, baik kepada teman..., saudara.., tetangga atau kepada siapa saja...


Alangkah lebih bijak, b i l a kita berpikir terlebih dahulu dengan masak2, s e b e l u m kita mengatakan sesuatu agar tidak keluar perkataan yg bisa menyakiti orang dan menyulut terjadinya pertengkaran .....


ORANG KAYA Vs TUKANG KAYU

  

Seorang kaya yang sombong tanpa sengaja tertabrak seorang miskin.


Dengan emosi ia berkata, "Dasar pengemis bodoh, berani²nya kamu menabrak saya. Kamu tidak tahu siapa saya ?"


"Maaf Tuan, saya benar² tdk sengaja, tapi... sebenarnya Tuan ini siapa ?" kata si pengemis ketakutan.


Dengan sombong ia menjawab,"SAYA ORANG PALING KAYA DIKOTA INI !"


Dengan polos pengemis itu berkata, "Maaf Tuan..,setahu saya, orang yang paling kaya di kota ini adalah tukang kayu yang tinggal di ujung jalan ini. Ia sering sekali mengundang para pengemis seperti saya ini untuk makan di rumahnya."


Mendengar itu, orang kaya tersebut tertunduk malu.


Ia juga tahu sepak terjang si tukang kayu yang sebenarnya hidup dalam kesederhanaan namun selalu mau berbagi....


Kaya miskin se-mata² diukur atas dasar materi, p a d a h a l kelimpahan materi tidak otomatis membuat seseorang menjadi kaya dan berhak sombong.


Kekurangan materi tidak lantas membuat seseorang menjadi miskin dan berhak direndahkan...


Kekayaan tidak berbicara tentang berapa banyak yang seseorang miliki, melainkan tentang berapa banyak yang ia bagikan.


Ketika seseorang mau berbagi dengn sesamanya, sekalipun tidak memiliki materi yang berlimpah, maka sesungguhnya ia adalah seorang yang KAYA.


S e b a l i k n y a, seseorang yang tidak pernah berbagi dengan sesamanya sekalipun memiliki materi yang berlimpah, ia adalah seorang yang MISKIN.


Sesungguhnya kekayaan abadi adalah kekayaan mental yang dibangun di atas kasih dan kearifan, b u k a n semata kekayaan materi belaka.


Kekayaan abadi bukanlah seberapa banyak yang kita dapatkan, t e t a p i seberapa banyak yang kita bagikan. 


Jadilah orang dengan Kekayaan Abadi...


  TETAP TEGAR !


Hidup yg kita jalani tidak pernah menawarkan kemudahan. 


Demikian juga untuk mewujudkan impian bukan perkara gampang. 


Kita akan menghadapi banyak kesulitan.., tantangan.., hambatan..,   b a h k a n hal-hal yang seakan tidak mungkin dapat diatasi, yang membuat kita frustrasi dan ingin berhenti di tengah jalan...


Di saat seperti inilah kualitas kita yang sebenarnya sedang diuji, apakah kita orang yang cengeng dan gampang menyerah, a t a u k a h kita orang yg berani memperjuangkan impian kita, berapapun harga yang harus kita bayar untuk mendapatkannya.


Jangan menyerah, karena Tuhan sendiri berjanji bahwa pencobaan yg kita alami tidak akan melampaui kekuatan kita, dan DIA akan memberi kekuatan sehingga kita cakap menanggung segala perkara bersama-Nya.


          ( I Korintus 10 : 13 ).


  OM MAU PULANG YA ....


Seorang Boss pemilik Bank yg kaya raya, suatu kali diajak oleh temannya ke Panti Asuhan.


N a m u n setelah acara selesai, hati sang Bankir bergumam : Kamu bohong , katanya kalau aku main kesini , hati pasti bahagia...


Dengan langkah lesu , iapun kembali kemobilnya, t e t a p i tiba2 ada seorang anak perempuan kecil menghampirinya : Om mau pulang ya..., Om boleh gak Ana minta sesuatu ...


Sang Bankir tersenyum, ia seorang kaya.., apa yg tidak bisa dibelinya, a p a l a g i untuk anak kecil ini...


Memangnya kamu mau minta apa ? Tanya sang Bankir...


Om , Ana pengen manggil Ayah ke Om..., Boleh kan ?...


Sang Bankir kaget.., tenggorokannya tersumbat.., ternyata bukan boneka atau uang yg diminta.., h a n y a sebutan Ayah....


Tanpa terasa hatinya bergetar : Boleh , Ana boleh panggil Ayah ke Om...kata sang Bankir...


Ma kasih Ayah..., kapan Ayah datang lagi ?...Ana boleh minta satu lagi ke Ayah ???...


Ana minta , kalo Ayah datang lagi kesini, bawa foto Ayah ya.., Ana mau simpan di kamar, j a d i kalo Ana kangen sama Ayah , Ana bisa liat foto Ayah...


Dengan berlinang air mata, Bankir itupun segera memeluk Ana, : besok Ayah datang lagi bawa foto , dan Ayah akan sering kesini untuk ketemu Ana...


Hati Sang Bankir sangat bahagia..., yaaa...ia bahagia sekarang...


Ternyata Bahagia itu bukan saat kita memiliki segalanya, m e l a i n k a n saat kita bisa mengasihi / memberi apa yang kita miliki untuk orang lain, m e s k i itu hanya sebuah ungkapan Kasih...


      ( Pengkotbah 6 : 2 ).


 BATUK TIDAK SEMBUH"


Ketika ngeprint untuk foto copy  , Embak yang melakukan tugas itu dalam keadaan batuk yang terus menerus...


Waktu saya tanya apakah sudah makan obat, embak itu bilang sudah, t a p i belum sembuh juga.


Setelah selesai saya pergi ke apotik membeli Antibiotik , lalu kembali ke tukang foto copy itu...


Si Embak kebingungan, dia tanya , apa ada yang ketinggalan ???


Saya bilang tidak ada, sambil saya menyerahkan 2 lempeng antibiotik dan berpesan dimakan sampai habis , sehari 3 kali...


Waktu dia terima obat itu, saya lihat matanya ber kaca2, sambil terus bilang , terima kasih pak...terima kasih pak....


Saat keluar dari tempat itu, saya juga ga tahan..., sampai ga terasa air mata mengalir dengan derasnya..


Sambil berdoa ,Terima kasih Tuhan..., pakailah hamba untuk menjadi AlatMu dimanapun juga..


           ( Matius 5 : 16 ).


MAU PERMEN GA ???


Suatu ketika, ada seorang anak kecil pergi ke toko bersama ibunya.

Penjaga toko melihat gadis mungil itu dαπ menawarkannya permen, "Adik cantik, ambillah permen ‎​ini, seraya menyodorkan toples permen. 


Tetapi anak kecil itu diam saja, sehingga membuαt penjaga toko heran, k a r e n a "biasanya anak seusia dia akaπ  langsung mengambil permen2 ini", ujarnya dalam hati.


Kemudian dia mencoba menawarkan lagi, dan ibu anak tersebut јuga berkata: "Ambil saja permennya, anakku".

Lagi2 anak kecil itu diam, tidak mau mengambil.


Penjaga toko melihat anak kecil itu diam saja, a k h i r n y a dia sendiri yg mengambilkan permen tersebut dan memberikannya kepadα anak itu. 


Anak kecil itu dengan gembira membuka kedua telapak tangannya untuk menerima permen tersebut. 


Dalam perjalanan pulang ke rumah, ibunya bertanya: "Mengapa tadi ketika penjaga toko menawarkan permennya, kamu tiđak mengambil?"


"Mam, tanganku sangat kecil,  jika aku yg mengambil permen itu.., yg kudapat hanya sedikit. 


Tetapi lihat sekarang, paman itu dengan tangannya yg besar telah memberikan aku permen, dαπ yang aku dapat banyak sekali.."


Bila kita yg mengambil, kita bisa mendapatkannya menurut ukuran kita, t e t a p i ketika TUHAN yg memberi, DIA memberikan jauuuh melebihi dugaan kita, karena berkat  dari Tuhan adalah jauh lebih besar dari apa yg dapat kita pikirkan dαπ doakan..


           ( Efesus 3 : 20 ).


T E K U N


Ketekunan adalah salah satu Kunci Sukses...


Ketekunan berawal dari kemauan untuk bekerja keras     


J i k a seseorang tidak mau bekerja a l i a s ber malas2 an atau maunya hanya makan tidur saja, m a k a sangat mustahil orang itu akan memiliki kehidupan yg lebih baik, a  p a l a g i untuk menjadi seorang yg sukses.


Tanpa kemauan untuk terus mencoba dan bekerja keras, m a k a kita tidak akan melihat keberhasilan...


K a l a u kita memimpikan masa depan yg lebih baik, ambillah waktu untuk melihat adakah ketekunan didalam kita, a t a u sekuat apakah ketekunan itu sudah terbentuk ?


Ketekunan akan membuat hidup kita terus naik d a n tidak pernah turun.


Ketekunan mampu membuat kaki kita tetap melangkah disaat orang2 di sekeliling kita sudah menyerah kalah.

 

Hari ini, dengan sungguh hati, mintalah kepada Tuhan agar mengaruniakan Ketekunan, k a r e n a Dia adalah Sumber Ketekunan itu.


              ( Ibrani 10 ; 36 )

Posting Komentar untuk "Bacaan ayat Alkitab hari ini Amsal 15:18"