Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Renungan Roma 12:1 PERSEMBAHAN TERINDAH

 




PERSEMBAHAN TERINDAH


Tempo Doeloe , orang2 Majus harus menempuh perjalanan yg cukup jauh, dari Timur ke Yerusalem...;


Mereka juga tidak tahu jalan , sehingga harus ber tanya2 tentang Lokasi tentang Tempat dimana Bayi yg baru dilahirkan...


Meskipun mereka bukan Family Yusuf atau Saudara Maria, t e t a p i mereka telah Rela Berkorban menempuh Jarak yg cukup panjang dan penuh rintangan hanya d e m i untuk Membezuk Bayi Yesus...


Mereka juga tergolong sebagai orang2 yg Rendah Hati, terbukti mereka mau Sujud Menyembah Bayi Yesus yg terbaring dalam palungan di kandang yg kotor dan hina...


Orang Majus juga datang tidak dengan tangan kosong, t e t a p i membawa Emas, Kemenyan dan Mur , yaitu Persembahan yg Bernilai Tinggi dan Berbau harum...


Mereka juga mempunyai Hati yg Taat; pada waktu Malaikat Tuhan memperingatkan untuk kembali melalui jalan lain, m a k a merekapun mengikutinya dengan seksama...


Marilah kita mau belajar dari sifat Orang2 Majus , yg sudah Rela Berkorban..., Rendah hati... , memberikan Yang Terbaik... , daaan Mentaati perintah yg diberikan kepadanya...


            ( Roma 12 : 1 ).


INSPIRASI

(Teguran dan didikan-Nya)


Bila sesuatu peristiwa yang tidak menyenangkan hati terjadi, dan TUHAN izinkan itu terjadi kepada kita, anggaplah itu bukan suatu hukuman, karena terkadang tanpa kita sadari kita terlalu jauh melangkah di dalam hidup ini, sehingga membuat hati kita menjauh dari TUHAN.

Untuk menghentikan itu TUHAN terkadang menegur kita dengan berbagai masalah hidup datang atau peristiwa/badai kita alami, agar kita sadar.

TUHAN ingin selalu mendidik kita agar lebih dekat kepada-Nya.

"Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah !"

(Wahyu 3: 19)

Teguran TUHAN mendidik kita agar hidup di dalam pertobatan, itu semua demi kebaikan kita, bukanlah hukuman.

Semua Dia lakukan hanya karena Kasih-Nya, agar kita tidak terhilang dari bilangan kepunyaan-Nya.

Bersyukurlah kalau TUHAN masih mengingat kita dan menegur kita supaya bertobat.

Sebab banyak orang orang yang tidak sadar kalau TUHAN sedang  

-menguji, 

-mendidik 

-dan mengajarnya, melalui peristiwa dan kejadian yang tidak menyenangkan hatinya.

"Dan sudah lupakah kamu akan nasehat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: “Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya;

karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.”

(Ibrani 12: 5-6)

Kita adalah anak-anak-Nya, karena kita adalah anak maka TUHAN akan

 -mendidik, 

-menegur 

-dan mengajar kita.

Terkadang memang kita merasa teguran TUHAN sangatlah menyedihkan dan menyakitkan, tetapi ketika kita tahu apa rencana TUHAN terhadap diri kita, maka kita tahu bahwa semuanya itu mendatangkan kebaikan.

Sebab semua rencana-rencana TUHAN adalah indah pada waktunya.

Melalui teguran dan ajaran-Nya maka kita akan mendapatkan keselamatan dari-Nya.

"Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran."

(2 Timotius 3:16)


(Hidup memang seperti roda)


Hidup memang seperti roda berputar,

kadang di atas, dan kadang di bawah.

Jika kita dalam sukses dan kelimpahan,

-jangan pernah sombong,

-jangan merendahkan orang lain,

-dan jangan merasa egois,

karena segala sesuatu boleh berubah.

Orang yang kita rendahkan boleh saja satu ketika diatas kita.

Jika kita dalam keadaan sulit,

ingatlah bahwa kita punya kesempatan untuk berjuang dan melihat keadaan  berubah.

Jangan pernah iri hati melihat kesuksesan orang lain,

jadilah pribadi yang baik.

Jika kita dipuji-puji ingatlah pujian boleh saja membuat kita besar kepala dan menjadi awal kehancuran.

Jika kita dihina dan direndahkan,

ingatlah bahwa Yesus-pun dihina dan direndahkan.

Kenapa kita harus menyimpan sakit hati ?,

buktikan saja bahwa kita pribadi yang baik dan boleh menjadi lebih baik lagi.

Hidup adalah perjalanan,

jangan pernah putus asa,

karena kalau nafas kita belum berhenti pastinya selalu ada harapan.

Berjuang dan jadilah pahlawan iman.

"Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh Iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya."

(Ibrani 10: 38)


(7'UP' Got success)

1  Wake up (bangun)

Tidak peduli berapa kali kita gagal,

tapi jika kita lebih banyak bangun dan memulai lagi, ‎kita akan sukses.

2.Dress up (berhias) 

Kecantikan dari dalam jauh lebih penting daripada sekedar hiasan luar yang sementara.

Miliki mentalitas berkelimpahan,

hasil dari suatu harga diri dan rasa aman yang dalam.

Ini akan menghasilkan kesediaan untuk berbagi pernghormatan, keuntungan, dan tanggung jawab.

3. Shut up (berhenti bicara).

Berhentilah bicara tentang kegagalan masa lalu,

sudah saatnya memfokuskan diri untuk kesuksesan masa depan.

4. Stand up (berdiri)

Berdirilah teguh pada keyakinan awal bahwa kita pasti berhasil.‎

5. Look up  (pandanglah)

Saat peresmian Disney Land, ‎seorang wartawan bertanya pada isteri almarhum Walt Disney, ‎"Bagaimana perasaan bapak kalau lihat impiannya telah jadi kenyataan dengan di bukanya Disneyland ini ?"

Isteri Walt Disney menjawab, ‎ "Ia telah melihat ini semua terjadi jauh sebelum projek ini terbentuk."

Lihatlah semua impian kita dalam imaginasi kita seakan-akan semuanya telah terjadi.‎

6. Reach up (Capailah)

Capailah sesuatu yang lebih tinggi dari prestasi sebelumnya,

karena itu menandakan bahwa kita memang Bertumbuh.

7. Lift up (Naikkan).

Naikkan semua impian kita dalam bentuk doa ucapan syukur seakan-akan semua telah terjadi.

-"Dan apa yang telah kamu pelajari,

-dan apa yang telah kamu terima, 

-dan apa yang telah kamu dengar, 

-dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu."

(Filipi 4:9)


(Hikmah di balik kekeliruan)


Dalam perjalanan kita menuju keberhasilan, sering kali kita merasa ada kekeliruan yang terjadi.

-Ketika yang terjadi tidak sesuai  dengan harapan kita.

-Ketika kegagalan terjadi dan tiba-tiba keadaan menjadi buruk diluar kendali kita.

Mungkin sebagian besar akan merasa bahwa dia sudah gagal total, pada hal kenyataannya tidak demikian.

Saudara, satu pelajaran yang dapat kita petik dari peristiwa itu adalah, bukan bagaimana kekeliruan itu terjadi, tetapi bagaimana kita merespon kekeliruan, kegagalan dan segala peristiwa buruk terjadi.

Bagaimana kita berpikir positif dalam setiap keadaan itulah yang membuat kita akan mengubah kegagalan menjadi batu loncatan menuju keberhasilan.

Kegagalan adalah proses bukan hasil akhir.

Tuhan tidak mau kita berhenti apalagi gagal begitu saja.

Tuhan mau kita berhasil dan terus berusaha.

-Ketekunan,

-kesabaran, 

-kegigihan akan membuat kita sampai ketujuan.


Posting Komentar untuk "Renungan Roma 12:1 PERSEMBAHAN TERINDAH"