Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

PUISI NATAL 2022

 


PUISI NATAL 2022

 

Perjumpaan dengan Tuhanku, meneguhkan ketaatanku.

maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain. (Matius 2:12c).

 

Kami datang dari negeri yang nun jauh, di sebelah mentari terbit dan datang.

Negeri yang subur, kaya dengan balsam, damar dan permata.

Itulah yang kami bawa, guna persembahan untuk Tuhanku, yang baru datang ke bumiku.

Kami duduk di atas unta yang berpunuk, kami pakai menjadi kendaraan, bukan bus dan pajero yang berroda empat.

 

Padang pasir, terus kami sisir, tuntunan bintang menjadi pedoman.

Bukan hanya pengetahuan dan pelajaran yang kami andalkan, terlebih penting penyertaan TUHAN.

Mengapa kami lekas percaya? Pada berita yang membawa suka, membawa suka yang luar biasa, ke dalam sukma, sukma manusia yang penuh dosa.

 

Tuntunan Ilahi yang kami nanti, Tuntunan Tuhan, yang kami harapkan, bukan pengetahuan sebagai pedoman, karena perasaan bisa menyesatkan.

Tantangan kami abaikan, demi Sang Bayi Ilahi yang lama kami nanti.

 

Sampai di kota kami bertanya, pada penguasa yang berhati dusta.

Niat hati ingin memuja, namun malapetaka diinginkannya.

Kami berjalan dituntun bintang, bintang berseri menyambut Ilahi.

Sesampai di sana, kami bersuka, membuka harta sebagai tanda, dengan emas, kemenyan dan mur, kami tersungkur. Di hadapan Ilahi kami beryukur.

Sang bayi menyampaikan selamat dunia.

Malaikat mengingat dalam hikmat, menyapa dalam jiwa, menuntut ketaatan supaya aman, misi Ilahi pasti terjadi. Meskipun kami pasti dibenci, dan para bayi semua mati. Namun ILAHI TETAP MENYERTAI.

 


Posting Komentar untuk "PUISI NATAL 2022"