Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Renungan Khotbah tahun baru 2023

 


(Bebaskan diri dari belenggu hidup)

Seringkali kita hidup terpenjara, ‎meski bukan fisik kita yang terpenjara.

Hidup terbelenggu oleh situasi dan kondisi,‎

-ketakutan, 

 -kekuatiran,  

-kegelisahan, 

 -trauma, 

 -sakit hati 

 -dan perasaan tidak menyenangkan lainnya telah memenjarakan hidup kita.

Bila kita ingin bebas dari segala “belenggu” tersebut, alangkah baiknya jika kita:

Pertama,

secara fisik kita terpenjara, ‎tapi hati kita tidak terpenjara.

Dengan kata lain,   ‎

kita tidak larut dalam situasi dan kondisi yang membelenggu kita.

Buktikan ‎ dengan kondisi seperti itu, ‎kita masih bisa memuji dan menyembah TUHAN dengan sukacita.

"TUHAN itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat."

(Mazmur 25:8)

Kedua

Kita berdoa sebagai tanda penyerahan diri yang mutlak kepada TUHAN.

Bukankah benar prinsip TUHAN bahwa ketika kita berserah, maka DIA akan turut campur tangan untuk menyatakan pertolongan-Nya kepada kita.

"Jalan TUHAN adalah perlindungan bagi orang yang tulus, tetapi kebinasaan bagi orang yang berbuat jahat."

(Amsal 10:29)

Ketiga

Usahakan kita menghadapi penderitaan dengan selalu dekat dengan saudara seiman, ‎agar akan ada saling menguatkan dalam situasi seperti itu.

"Peliharalah Kasih persaudaraan !"

(Ibrani 13:1 )

Adakah hari ini hidup sahabat terpenjara ?‎

RAIHLAH KEBEBASAN...

Situasi boleh memburuk, tetapi‎ jangan sampai hati kita di penjara oleh situasi tersebut.

Milikilah penyerahan diri kepada TUHAN secara total, Percayalah bahwa TUHAN tahu yang terbaik untuk kita.

"Dan jika engkau mendengarkan segala yang Kuperintahkan kepadamu dan hidup menurut jalan yang Kutunjukkan dan melakukan apa yang benar di mata-Ku dengan tetap mengikuti segala ketetapan dan perintah-Ku seperti yang telah dilakukan oleh hamba-Ku Daud, maka Aku akan menyertai engkau."

(1 Raja-raja: 11:38a)


(Penajaman yang mendewasakan)


"Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya."

(Amsal 27:17)

Ketika mengalami masalah...

-penderitaan,

-tekanan,

-himpitan dan berbagai gesekan, yang terjadi umumnya kita meresponsnya secara negatif:  

-menyalahkan keadaan,  -menyalahkan orang lain,  

-bahkan berani menyalahkan Tuhan.

Padahal adakalanya Tuhan memakai situasi dan orang-orang di sekitar kita sebagai sarana memproses, membentuk dan mendewasakan kita.

Alkitab menggambarkan proses ini seperti besi menajamkan besi.

Ketika besi menajamkan besi pasti akan menimbulkan sebuah gesekan yang melukai dan menimbulkan api.

Api berbicara tentang emosi...

~kemarahan,

~sakit hati,

~kepahitan,

~kejengkelan,

~kebencian

dan berbagai luka yang menyakitkan.

Melalui peristiwa atau hubungan dengan orang-orang di sekitar sesungguhnya Tuhan sedang menggarap kita Karena Dia adalah Sang pembentuk, yang tahu cara membentuk hidup seseorang.

"Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya."  

(Yeremia 18:4).

Tujuan Tuhan menajamkan kita adalah supaya kita -semakin dewasa/ matang,

-semakin sempurna,

-semakin berkenan,

-dan semakin serupa dengan Kristus.

Karena itu kita patut bersyukur untuk setiap masalah atau peristiwa yang terjadi dalam hidup kita,

termasuk kehadiran orang-orang di sekitar kita. Jangan pernah menyalahkan keadaan atau mengkambinghitamkan orang lain ketika harus melewati proses ini.

Yusuf tidak pernah menyalahkan saudara-saudaranya meski mereka telah menyakiti dan membuat hidupnya menderita, bahkan bisa berkata...

"Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar."

(Kejadian 50:20).

Seringkali kita berfikiran bahwa dengan membaca Alkitab atau mendengarkan khotbah saja secara otomatiknya dapat membuat kita dewasa rohani,

lalu kita mengeksklusifkan diri dan tidak mau bergaul dengan orang lain untuk menghindari gesekan dengan sesama.

Itu salah !

Karakter kita justru terbentuk ketika kita membangun hubungan dengan orang lain,

saat itulah kita mengalami penajaman.

Proses penajaman bisa terjadi di mana pun, bila pun dan melalui siapa pun !


RENUNGAN SATU KATA & SATU JAM

👉

Satu kata yang KERAS dan KASAR,

 Dapat membuat KEBENCIAN.


👉Satu kata yang di lontarkan TANPA KONTROL DIRI,

 Dapat membuat KEKACAUAN.


👉Satu kata yang TIDAK SOPAN dan TIDAK RAMAH,

 Dapat membuat CINTA MENJADI HAMBAR.


Namun...‎

Satu kata MAAF bisa MELAHIRKAN CINTA yang mendalam bagi pasangan anda yang mendengarnya.


✅Satu kata LEMBUT dan TULUS dapat membuat KEDAMAIAN bagi pasangan anda.

✅Satu kata PUJIAN dapat memberi SEMANGAT bagi pasangan kita yang mendengarnya.


Jadi...‎

Satu kata itu bisa menjadi KUTUK dan bisa menjadi BERKAT bagi kita dan orang lain.


Renungkan kata yang anda ucapkan hari ini, agar‎ selalu ada satu KATA BERKAT buat orang lain.



HIDUPLAH SATU JAM TANPA:‎

👍Tanpa kemarahan,‎

👍Tanpa hati yang jahat,‎

👍Tanpa pikiran negatif,‎

👍Tanpa menjelekkan orang,‎

👍Tanpa keserakahan,‎

👍Tanpa pemborosan,‎

👍Tanpa kesombongan,‎

👍Tanpa kebohongan,‎

👍Tanpa kepalsuan,‎

Lalu ulangi lagi untuk satu jam berikutnya...


HIDUPLAH SATU JAM DENGAN:‎

💕Dengan Kasih Sayang kepada sesama,‎

💕Dengan Damai,‎

💕Dengan Kesabaran,‎

💕Dengan Kelemah Lembutan,‎

💕Dengan Kemurahan Hati,‎

💕Dengan Kerendahan Hati,‎

💕Dengan ketulusan kita belajar dari sekarang...


Ibrani 12:14, 17 

Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan.

Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air mata.



SEKALIPUN TAMPAKNYA KITA TIDAK MELIHAT SESUATU YANG BAIK, ‎TUHAN TETAP MELAKSANAKAN JANJI-NYA‎


Roma 8:28 

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.


Pada usia 17 tahun, Joni Eareckson Tada mengalami kecelakaan karena meloncat di pantai yang ternyata berair dangkal,‎

Ia pun lumpuh total.


Awalnya ia Putus Asa dan Marah pada TUHAN,‎

 Berkat dukungan keluarga dan orang² terdekat, s‎emangatnya kembali Bangkit.


Joni tetap Lumpuh, tetapi‎ Pengalaman Hidup dan Keteguhan Hatinya menginspirasi jutaan orang,‎

 Ia banyak melukis dengan  menggunakan mulut, dan‎ melahirkan lebih dari 30 buku laris,‎

 Ia juga mendirikan "Joni and Friends", ‎Organisasi Internasional bagi para Tuna Daksa.‎


Tidak mudah memahami hal buruk yang terjadi dalam Hidup kita,‎

Alih² Bersyukur, ‎lebih gampang bagi kita untuk Mengeluh,‎

Ketahuilah bahwa TUHAN sangat memahami situasi kita dan tak akan mencelakakan kita, ‎Firman Tuhan Tak Pernah Gagal...‎


TUHAN  menghendaki agar kita Percaya pada-NYA bahwa di ujung Penderitaan, ‎orang yang Mengasihi-NYA akan Mengalami Kebahagiaan dan Kemenangan,‎

SEKALIPUN TAMPAKNYA KITA TIDAK MELIHAT SESUATU YANG BAIK,

NAMUN TUHAN TETAP MELAKSANAKAN JANJI-NYA.



DI SELAMATKAN OLEH KASIH KARUNIA‎ 


Firman Tuhan

Efesis 2:8-10.....


Apa iya seorangpun tidak ada yang benar di muka bumi ini?


Bagaimana dengan para orang suci yang kerjanya hanya berdoa, berpuasa, mempelajari kitab suci?


Bagaimana dengan orang yang kerjanya berbuat baik, berderma, menolong orang lain?


Maksud ayat tersebut di atas adalah ketika manusia di ukur dari ukuran TUHAN, ‎maka tidak ada yang benar dan tak ada yang baik.


Ketika kita merasa mampu berbuat baik,

itu hanya berdasarkan ukuran kita.


Ketika kita merasa sudah berbuat benar, tetapi‎ "tidak" kalau di lihat dari Kebenaran TUHAN.


Kita cuma terlihat baik dan benar di dalam kegelapan dunia,

di dalam keberdosaan manusia, tetapi‎ jika di ukur dengan ukuran TUHAN,

itu jauh dari apa yang TUHAN tetapkan sebagai Standard Benar dan Baik.


Kenapa demikian?‎

 Karena DOSA...


Dosa inilah yang membuat manusia terpisah dari TUHAN,

 kondisi yang seperti ini membuat manusia hidup hanya oleh dan untuk dirinya.

Alkitab secara konsisten mengatakan bahwa TUHAN lah yang mencari kita.


YESUS KRISTUS lah yang datang ke dunia meninggalkan Sorga,

 bukan kita yang meninggalkan bumi datang ke Sorga.

Kita sebagai manusia berdosa tidak mempunyai kemampuan untuk menjadi orang yang menyenangkan TUHAN,

karena seorang pun tidak ada yang benar dan tidak ada yang baik.


Kita harus menyadari bahwa kita orang berdosa yang tanpa pengharapan,

namun kemudian di selamatkan oleh Kasih Karunia TUHAN.

Efesus 2:8-10 

Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.```Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.``



TUHAN MEREKA-REKA UNTUK KEBAIKAN



ORANG LAIN ME-REKA² YANG BURUK,

TETAPI TUHAN ME-REKA² UNTUK KEBAIKAN.


Mana terpikir oleh Beethoven akan menjadi composer tenar di dunia,

 apalagi gurunya berkata, ‎“engkau tidak berbakat composer.”‎

Mana terpikir oleh Thomas Alva Edison menjadi penemu bola lampu,

 saat dia beberapa kali gagal naik kelas dan gurunya berkata, ‎“engkau terlalu bodoh untuk belajar apapun.”


Mana terpikir oleh Michael Jordan menjadi pemain basket ternama,

 waktu di SMA ia di keluarkan dari tim basket SMU-nya.

JANGAN TAKUT DENGAN OMONGAN ORANG LAIN,

 HIDUP ANDA DI TANGAN TUHAN.


TUHAN mempunyai agenda besar dalam hidup anda,

 RencanaNYA masih segudang dan akan di nyatakan bagi anda.


Teruslah tekun dalam segala keadaan, ‎Jangan pernah lelah untuk terus mencoba dan bangkit, ‎Tetaplah berdoa, ‎sekelipun orang lain ber-kata² negatif, ‎but your life is yours.


KEPUTUSANMULAH YANG AKAN MENENTUKAN MASA DEPANMU;

RESPONMULAH YANG AKAN MENENTUKAN APA YANG TIDAK MUNGKIN MENJADI MUNGKIN.


Dan selalu Percaya bahwa

Lukas 1:37 

"Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil."  


2 Tesalonika 3:16, 18 

Dan Ia, Tuhan damai sejahtera, kiranya mengaruniakan damai sejahtera-Nya terus-menerus, dalam segala hal, kepada kamu. Tuhan menyertai kamu sekalian.

Kasih karunia Yesus Kristus, Tuhan kita, menyertai kamu sekalian! 


CARA MENGHILANGKAN RASA KUATIR‎


Kalau kita takut mengalami sesuatu atau kekuatiran akan sesuatu,

justru itu yang akan terjadi.


Karena sadar atau tidak,

 kita akan melakukan Tindakan yang Negatif,

Manifestasi dari Pola Pikir dan Perasaan Negatif tersebut.

Tindakan yang Negatif sudah tentu akan membawa Hasil yang Negatif,‎

 Hasil Negatif akan di Respon Negatif oleh orang lain,‎

Hal itu hanya akan merugikan diri kita sendiri.‎


Waspada terhadap apa yang kita pikirkan, ‎terutama di saat kita mulai merasa kuatir.‎


Kenapa kita kuatir?

Karena ada KETERBATASAN kita di dalam Ruang dan Waktu,

 yang mana membuat kita tidak mengetahui apa yang akan terjadi besok.

Banyak orang yang karena kekuatirannya, merusak hari²nya sendiri, sehingga‎ hidupnya selalu di liputi kecemasan.

YESUS mengajarkan kepada kita doa seperti ini,‎

“Berilah kami hari ini makanan kami yang secukupnya...”,


Hari ini untuk hari ini, ‎tetapi bukan berarti kita tidak boleh memikirkan masa depan kita, ‎yang tidak boleh adalah kalau kekuatiran menguasai kita, sehingga‎ kita tidak percaya Kasih dan Kebaikan TUHAN yang memelihara kita.

🤔Kuatirlah kalau hidup kita tidak sesuai dengan Kehendak TUHAN;‎

🤔Kuatirlah kalau kita bukan mencari Kerajaan TUHAN,

 melainkan mencari kerajaan kita sendiri;‎

🤔Kuatirlah kalau dalam hidup ini kita bergantung pada harta, kekuasaan, kepandaian kita, dan‎ bukan kepada TUHAN.

Selama kuatir menguasai hidup kita, maka‎ selama itu pula kita tak akan pernah mengalami pertumbuhan iman.


Alkitab mengatakan,

Mazmur 55:22 (55-23) 

Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah.


Mulailah belajar hidup bergantung kepada TUHAN...


Matius 6:34 

"Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."



SEMUA UJIAN HIDUP ADALAH ANUGERAH DARI TUHAN

Jarum yang baik adalah jarum yang memiliki ujung runcing dan tajam.


Dalam penggunaannya, ‎jarum biasanya di tusukkan pada kain untuk merekatkan dengan kain yang lain.


Jarum² itu mampu menembus lapisan kain,

tak ada jarum yang di gunakan hanya untuk sekali tusukan.


Untuk memperoleh gaun yang cantik, maka‎ kain harus di potong sesuai dengan pola dan di tusuk dengan jarum berulang kali.

Dalam kehidupan ini, ‎banyak jarum yang menusuk kita, ‎antara lain jarum yang sangat tajam, ‎yaitu orang² yang telah melukai batin kita;

Ada juga jarum yang berkarat, ‎yaitu orang² yang telah membawa dampak negatif bagi kehidupan kita.


Ada rasa sakit yang luar biasa saat jarum² itu menusuk dan menembus benteng pertahanan kita,‎

Ada rasa kecewa, marah, penyesalan, sakit hati dan terkadang timbul rasa putus asa.

Sering kali kita terlalu fokus pada ujung jarum, sehingga‎ kita merasakan sakit yang luar biasa,

kita menjadi lupa cara mengatasi kekecewaan itu sendiri, ‎padahal TUHAN tidak pernah membuat rencana yang sia² bagi kita,‎

TUHAN sedang menjahit bahkan memotong bagian yang tidak di perlukan dalam kehidupan kita.

Memang sakit rasanya, ‎tapi ketahuilah bahwa semua yang telah terjadi dalam kehidupan kita, ‎baik atau buruk, ‎enak atau tidak enak, ‎susah atau senang, ‎suka atau duka, ‎semua itu ada tujuannya,dan‎ yang pasti itu (jika kita mau belajar darinya) akan membawa KEBAIKAN bagi kita.


Semua ujian hidup adalah anugerah terindah dari TUHAN, karena‎ itu adalah keindahanNYA.‎


Bagian kita adalah BERSABAR DAN ‎BELAJAR MENGAMBIL HAL YANG POSITIF DARI SETIAP PERISTIWA,‎

 TETAP LAKUKAN YANG TERBAIK DAN ‎TETAP PERCAYA BAHWA TUHAN PASTI MEMBUAT SEGALA SESUATU INDAH PADA WAKTUNYA.

Pengkhotbah 3:11 

Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.


Posting Komentar untuk "Renungan Khotbah tahun baru 2023"